RENUNGAN |
Dalam setiap langkah ku selalu mengalami ‘pengadaan’
Aku tidak tahu mana yang nyata dan yang hayal
Aku hanya bisa mengharap semoga itu kan jadi kenyataan
Tapi toh nyatanya itu hanyalah lamunan ku belaka
Sehingga menjerumuskan aku dalam lembah kehinaan dan kebodohan.
Aku tidak tahu mana yang nyata dan yang hayal
Aku hanya bisa mengharap semoga itu kan jadi kenyataan
Tapi toh nyatanya itu hanyalah lamunan ku belaka
Sehingga menjerumuskan aku dalam lembah kehinaan dan kebodohan.
Tuhan, meski aku selalu mengkhianati-Mu
Namun Kau tetap setia menemaniku dan selalu membimbingku
Walau aku telah ‘selingkuh’ dari cinta-Mu
Aku lebih asyik dengan khayalan-khayalan cinta yang semu
Namun Kau tetap menaburkan benih-benih cinta-Mu padaku.
Namun Kau tetap setia menemaniku dan selalu membimbingku
Walau aku telah ‘selingkuh’ dari cinta-Mu
Aku lebih asyik dengan khayalan-khayalan cinta yang semu
Namun Kau tetap menaburkan benih-benih cinta-Mu padaku.
Tuhan dosa ku mengunung tinggi
Tapi Rahmat-Mu melangit luas
Harga selautan syukurku pada-Mu
hanyalah setitik nikmat-Mu di bumi
Tuhan meski taubatku sering ku ukir
Namun pengampunan-Mu tak pernah berhenti
Bila selangkah ku datang padamu
seribu langkah Kau datang padaku.
Tuhan,kau begitu serius mengurusi hambamu
Setiap tetes embun pagi yang turun membasahi bumi
Engkau atur sedemikian rupa
Bahkan seekor kecoakpun Engaku serius mengurusnya
Tapi aku iseng, aku tidak serius
Bahkan menghadapMu aku setenggah hati.
Tuhan apakah aku pantas menirima itu semua
Apakah aku layak menadapatkan cinta-Mu
Pastaskah aku menampangkan muka di hadapan-Mu
Aku sadar akan kekuranganku dan kebodohanku
tetapi aku tidak bisa untuk meninggalkan itu semua
Tuhan maafkan aku
Aku sadar akan kekuranganku dan kebodohanku
tetapi aku tidak bisa untuk meninggalkan itu semua
Tuhan maafkan aku
Maafkan aku.




0 komentar:
Posting Komentar