oleh: Kadiv Medkom
Semua manusia pasti merindukan kebahagiaan. Apapun yang dilakukan manusia pasti berujung pada mencapai kebahagiaan. Bahkan dalam doa-doanya setiap saat ingin mencapai kebahgiaan dunia dan akhirat. Beragam orang dalam menterjemahkan kebahagiaan, ada yang menggambarkan kebahagiaan dalam bentuk materi, memiliki rumah yang besar dan luas, kendaraan yang mewah, pakaian yang mahal, harta yang berlimpah. Jika barang-abarang tersebut tidak didapatkannya maka dia akan sedih dan kecewa.
Ada yang menggambarkannya dengan segala sesuatu yang dapat memuaskan batinnya, seperti mendapatkan pujian, penghargaan dan sedih, kecewa dan sakit hati ketika tidak mendapatkan pujian dan penghargaan atas apa yang dilakukannya. Dan banyak lagi orang menterjemahkan arti kebahagiaan tersebut.
Bagi orang yang berpuasa, kebahagiaan memililki makna tersendiri seperti sabda rasulullah saw. bersabda: “ dan bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan, yang pertama kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kedua kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbanya.” (Muattafaq’alaih).
Ketika berbuka puasa
Nikmatnya makan adalah ketika perut dalam keadaan lapar dan nikmatnya minum ketika rasa haus dahaga membuat kering tenggorokan. Alangkah bahagiannya mereka yang makan dan minum setelah dalam keadaan lapar dan haus, karena makan dan minum pada “waktu yang tepat” merupakaan kenikmatan yang ‘sebenarnya’. Tidak akan bisa kita rasakan nikmatnya sepiring nasi pecel jika perut kita terisi penuh makan di dalamnya, tidak akan bisa kita rasakan nikmatnya segelas air putih jika kita sudah minum semangkok es teler. Ini lah hakikat yang tertanam dalam ibadah puasa, sebuah pelajaran hidup yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sesungguhnya Allah SWT Maha Penyayang terhadap hambaNya tidak satupu syariat yang diturunkan kecuali untuk kemaslahatan manusia. Di dalam ibadah puasa Allah melarang manusai untuk makan, minum dan menahan nafsu. Dan atas kasih sayangn dari Allah SWT. bagi yang berpuasa untuk menyegerakan berbuk dan mengakhirkan sahur.
Berjumpa dengan Allah
Kebahagiaan kedua yang berpuasa adalah jumpa dengan Allah SWT, “Wajah-wajah orang mukmin pada hari itu beseri-seri, memandang Tuhannya.” (76:22-23). Ibnu Rajab berkata: “Bagi orang yang berpuasa maka mereka akan mendapat balasan yang besar atas puasanya dengan berjumpa Allah SWT.” “….kebaikan apa saja yang kami perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh balasannya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan paling besar pahalanya..” (74:20).
Ramadhan telah tiba, dua kebahagiaan telah ada di sepan mata, beruntunglah bagi siapa saja yang berpuasa karena mengharapkan ridha Allah dan rugilah bagi siapa sajaa yang kehilangan kesempatan emasnya. Semoga Ramdhan kali ini menjadi Ramdhan yang paling sukses dari sebelumnya. Amin ya rabbal ‘alamin.. ..



0 komentar:
Posting Komentar